g-giggs date & time

Saturday, 12 December 2009

Arsenal, MU Kembali Rebutan Pemain Muda

Persaingan kedua raksasa Liga Primer Inggris itu untuk menjaring bakat muda terbaik kembali mengalami bentrokan.


Manajer Cardiff City Dave Jones mengakui, jika Manchester United atau Arsenal benar-benar serius dalam mengejar Adam Matthews, klubnya akan kesulitan untuk menahannya.

Bek Wales berusia 17 tahun itu tampil cemerlang bersama Cardiff musim ini, dan tentunya sudah dikaitkan dengan kepindahan ke sejumlah klub Liga Primer Inggris.


Namun, Jones berusaha mencegah kepergian salah satu bek andalannya itu karena ia berpendapat, Matthews akan mengambil keputusan yang salah jika pindah dalam usia terlalu muda, dan berharap anak asuhnya itu mendengarkan nasihatnya.



"Kami selalu bersikap, jika ada penawaran yang tepat bagi salah satu pemain kami, dan harganya juga cocok dengan klub, kami akan mendengarkan penawaran itu," cetus bos Cardiff itu kepada Wales Online.

Tetapi, Jones mengakui, "Ini akan sangat sulit, jika Manchester United tertarik, baginya untuk bertahan disini dan menghabiskan kontraknya bersama Cardiff, serta melupakan peluang bermain di Liga Primer bersama salah satu klub terbaik Eropa."

Hal serupa juga terjadi terhadap Aaron Ramsey, yang juga sempat diincar United, tetapi akhirnya memilih untuk bergabung dengan the Gunners. Selain Matthews, bintang muda Joe Ledley juga menjadi menjadi bintang muda Cardiff yang dikabarkan menarik minat banyak klub top Inggris.

Read More......

Friday, 11 December 2009

Konspirasi pemanasan global - mempertanyakan motivasi Al Gore

Bukankah menarik bagaimana masalah kita menjadi semakin global : peperangan global terhadap terorisme, krisis ekonomi global, perlunya mata uang tunggal dunia, perdagangan global tanpa batas, dan tentu saja pemanasan global. Sementara para ilmuwan, aktivis lingkungan dan politisi berkumpul untuk membahas isu pemanasan global, dunia bersatu dibawah komando satu orang, Al Gore. Benarkah seluruh dunia bersatu ?


Masalah global membutuhkan solusi global. Demikian yang sering disebut oleh para pemimpin dunia. Dan itu juga yang mereka lakukan ketika berkumpul di Bali pada Desember 2007 untuk membicarakan isu ini. Pada konferensi tersebut yang kelihatannya mencapai keputusan dengan sangat payah, Amerika Serikat dibawah pemerintahan Bush dianggap sebagai anak nakal karena dengan enggan menyetujui resolusi bersama itu. Dan Gore mengecam pemerintahan Bush karenanya.



Saya juga beranggapan seperti itu ketika melihatnya di televisi. Sekarang saya mengetahui mengapa Amerika Serikat bersikap seperti itu. Hal ini dikarenakan adanya perpecahan yang terjadi di antara ilmuwan mengenai penyebab pemanasan global.


Ketika Al Gore merilis film dokumenternya yang berjudul "An Inconvenient Truth" yang mendapat Oscar, seakan-akan kita mengetahui hanya ada satu kebenaran. Manusia adalah oknum dan kambing hitam atas lenyapnya gumpalan-gumpalan es di kutub, atas meningkatnya suhu bumi dan atas bencana-bencana alam yang terjadi.

Namun, tahukah anda bahwa sebagian ilmuwan tidak mempercayai itu ?

Konsensus bersama itu ternyata telah mendapat counter konsensus dari para ilmuwan yang bereputasi tinggi.

Dan sekarang saya akan menceritakan kepada anda apa yang disebut teori konspirasi pemanasan global.

Pemanasan global adalah sebuah hoax, klaim para ilmuwan dari kubu kontra Gore. Suhu bumi sesungguhnya hanya berubah sekitar 1 derajat Fahrenheit dalam tempo satu abad. Plus, planet tercinta ini telah mengalami periode zaman es dan periode hangat tanpa ada campur tangan anda dan saya.

Ilmuwan yang beranggapan seperti ini, salah satunya adalah Steven Milloy yang memiliki gelar dalam bidang Natural Science dan gelar master dalam Biostatistik dari Universitas John Hopkins. Ia adalah salah satu juri bagi American Association for The Advancement of Science Awards dan ia pernah diminta oleh kongres Amerika untuk bersaksi mengenai masalah-masalah lingkungan.

Milloy berkata bahwa pemanasan global adalah "Ibu dari segala ilmu pengetahuan sampah". Ia merujuk kepada perubahan-perubahan suhu bumi yang terjadi secara alamiah tanpa campur tangan manusia.

Ia juga merujuk kepada protokol Kyoto yang dianggapnya sebagai suatu lelucon. Protokol ini bertujuan untuk mengurangi emisi gas karbon dunia menjadi 8% pada tahun 2012. 8% adalah level emisi pada tahun 1990. Dan kita juga tahu, sekali lagi Amerika (dibawah Bush) menjadi anak nakal yang menolak protokol ini, kali ini ia juga mendapat dukungan negara-negara Eropa.

Well, Tentu saja Amerika dan Eropa akan bersikap seperti itu. Sebuah studi dari Rusia (bukan Amerika) menunjukkan bahwa konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer berada pada level sekitar 370 PPM (Parts per Million) dan bila protokol Kyoto diikuti, maka hal itu hanya akan merubah 1 atau 2 PPM saja pada tahun 2012.

Hmm...kelihatannya memang protokol yang sia-sia.

Dengan menggunakan data yang disediakan oleh mereka yang mempromosikan Protokol Kyoto, jika setiap negara meratifikasi protokol tersebut, temperatur global rata-rata hanya akan berkurang sekitar 0,0015 derajat centigrades. Pada level ini, dibutuhkan 667 tahun dan $100 Trilyun untuk menurunkan suhu bumi sebanyak 1 derajat centrigades.

Hmm...sekali lagi, kelihatannya memang protokol yang sia-sia..

Dan satu lagi, ketika kita, manusia dianggap sebagai kambing hitam penyebab pemanasan global, EPA (Environmental Protection Agency) memperkirakan bahwa 25% emisi gas metana yang dilepas ke Atmosfer berasal dari kotoran ternak.

Ternyata kambing adalah kambing hitam yang sesungguhnya.

Akibat penemuan ini, mungkin anda sudah pernah menerima email yang menganjurkan anda untuk berhenti memakan daging untuk mengurangi pemanasan global, saya sudah pernah menerimanya.

Tidak heran banyak orang yang mengatakan bahwa isu pemanasan global adalah salah satu strategi untuk menghasilkan keuntungan bagi pihak-pihak terkait. Tentu saja bagi mereka, pihak-pihak terkait tersebut adalah Al Gore dan Friends, dan Gore dituding memaksakan terjadinya konspirasi kelas dunia ini.
Pada tahun 2006, Al Gore terbang (dengan pesawat pribadi) dari rumah megahnya di Tennesse ke Hollywood dan kemudian berkeliling dengan limosin dimana dia menerima Oscar untuk film dokumenternya "An Inconvenient Truth" yang memperingati bahaya pemanasan global dan bahaya pemakaian berlebihan bahan bakar fosil.

Kita yang awam, melihat film itu dan berkata Wow...saya baru tahu soal itu. Tapi kelihatannya para ilmuwan yang jeli menemukan banyak kebohongan dari film itu. Gore secara sederhana menyatakan bahwa manusialah penyebab pemanasan global. Padahal seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, sekelompok ilmuwan bereputasi tinggi di dunia menolak teori tersebut (termasuk Edwin Aldrin, manusia kedua yang berjalan di bulan).

Oh ya..belakangan ternyata diketahui para ilmuwan yang setuju dengan Gore adalah ilmuwan-ilmuwan yang menerima donasi besar dari pemerintahan Clinton (ketika Gore menjadi wakil presiden).

Entahkah mereka setuju dengan Gore karena didanai Gore atau Gore hanya mendanai ilmuwan yang sepaham dengannya, masih tidak jelas.

Contoh kebohongan dari film Gore adalah klaim bahwa Pemanasan global akan menaikkan permukaan laut setinggi 20 kaki (6,09 meter), padahal sebenarnya hanyalah 23 Inci (58,42 cm). Ia juga mengklaim bahwa beruang kutub sedang berada dalam bahaya. Padahal tidak demikian sebenarnya.

Film itu juga menunjukkan foto-foto glasier yang berkurang, namun ia tidak menyebut glasier-glasier lain yang terus bertambah. Gore juga menyebut Glasier Kilimanjaro yang terus berkurang akibat pemanasan global. Tapi ia tidak mengatakan bahwa Glasier Kilimanjaro telah berkurang sejak 1880, jauh sebelum kadar CO2 meningkat di bumi.

Gore juga mengklaim bahwa peningkatan kadar karbondioksida di atmosfer telah meningkatkan suhu global. Anehnya pada tahun 2005, sebuh studi oleh Journal Science menemukan sebaliknya. Peningkatan suhu bumilah yang telah memicu peningkatan kadar karbondioksida.

Bahkan tamparan yang paling memalukan bagi Gore datang dari ABC News yang menemukan salah satu cuplikan dalam film dokumenter tersebut adalah potongan film "The Day after Tomorrow".

Bukan hanya itu, para ilmuwan kemudian menemukan bahwa perubahan suhu bumi ternyata disebabkan oleh peningkatan aktifitas badai matahari, peningkatan aktivitas gunung api bawah laut, dan sistem arus laut yang kompleks.

Hal ini diperkuat oleh temuan NASA baru-baru ini bahwa perubahan suhu bumi dalam beberapa dekade ini ternyata diakibatkan oleh peningkatan aktivitas badai matahari, bukan karena anda tidak mencabut charger HP anda dari stop kontak ketika sudah selesai menggunakannya.

Plus, sesungguhnya ada trend penurunan suhu global sejak 1998. (Ya..anda tidak salah baca). Data terbaru Juni 2009 menunjukkan Suhu bumi mengalami penurunan sebanyak 74 derajat Fahrenheit sejak Gore merilis "An Inconvenient Truth" pada tahun 2006.

Gore, yang telah menjadi panglima utama dalam gerakan pemanasan global sendiri memiliki rumah seluas 10.000 kaki persegi di Nashville yang memiliki 20 kamar tidur dan 8 kamar mandi. Sementara menyarankan orang lain untuk menghemat energi, Gore menghabiskan 221.000 kilowatt jam pada tahun 2006 untuk rumah mewahnya. Rata-rata penggunaan satu rumah tangga di Amerika pada tahun itu adalah 10.656 kilowatt jam.

Tapi Gore tidak perlu merasa bersalah. Bukankah dunia sudah mengatur sebuah sistem yang disebut kredit karbon ?

Apa yang dimaksud dengan kredit karbon ?

Ketika Gore menerbangkan pesawatnya yang menghabiskan banyak bahan bakar, ia membeli kredit karbon dari broker-broker (seperti saham). Sebagai imbalannya, mereka yang menjual kredit karbon itu akan menerima reward yang bisa digunakan untuk proyek-proyek lingkungan hidup. Nah, pembeli kredit karbon itu, dalam hal ini Gore, akan disebut "Carbon Neutral" karena walaupun ia melepas banyak karbon ke udara, ia menciptakan keseimbangan antara melepas dan mengurangi karbon. Brilian kan ?

Ya..sangat brilian...karena Gore membeli kredit karbonnya dari Generation Investment Management LLP, sebuah perusahaan yang didirikan tahun 2004. Gore adalah pendiri dan Chairman dari perusahaan itu.

Hmmm...

Dengan kata lain..Gore bisa tetap menjalani hidup mewahnya, menjadi pujaan aktivis, menerima Nobel dan kaya raya.

Penjualan kredit karbon di dunia meningkat dari $6 juta di tahun 2004 menjadi $110 juta pada tahun 2006.

Jadi pertanyaannya adalah apabila teori ini mendapat tantangan dari banyak ilmuwan dunia yang bereputasi tinggi, mengapa pemerintah-pemerintah dunia sepakat dengan Gore ?

Jawabannya adalah pajak pendapatan !

Pada waktu sekitar konser Live Earth Concert 7/7/7 yang diselenggarakan oleh keluarga Rothschild, Al Gore mengumumkan akan ada pajak karbon dalam skala Global untuk memerangi pemanasan global. Bagi pemerintah dunia, pemasukan tambahan. Bukankah menyenangkan apabila pemerintahan mendapat pemasukan tambahan ? Ya..Namun bagi kita akan ada pajak tambahan bagi bahan bakar yang anda beli.

Sekarang anda tahu bahwa isu pemanasan global mungkin tidak seperti yang anda kira. Jika anda membaca ini, bacalah dalam perspektif sains, bukan ideologi.

Para aktivis lingkungan mungkin tidak suka dengan tulisan ini, tapi saya hanya ingin melaporkan bahwa para ilmuwan terbelah dua dalam soal pemanasan global dan saya ingin mengajak kita untuk melihat sisi lain dari suatu persoalan.

Lagipula bukankah dengan mengetahui hal ini kita menjadi lebih berwawasan ?

Akhirnya, inilah pendapat saya, Isu pemanasan global akan menjadi "teori evolusi" lainnya. Para ilmuwan akan terus berdebat mengenai penyebab dan dampaknya.

Secara pribadi saya tidak keberatan apabila kita menggunakan bahan bakar yang lebih ramah dan menghemat penggunaan listrik. Bahkan saya menganjurkan untuk mempensiunkan kendaraan yang mengeluarkan banyak asap. Karena dengan melakukan itu, kita belajar menjadi manusia yang bersih dan sehat.

Sambil menantikan datangnya kata sepakat dari para ilmuwan (jika kata sepakat itu memang dapat tercapai),

Saya akan menggunakan kendaraan yang hemat bahan bakar.
Saya akan menggunakan charger HP secukupnya.
Saya akan menghemat penggunaan listrik.
Saya akan menanam pohon-pohon di rumah saya.
Namun saya akan tetap mengkonsumsi daging hewan.

Tidak ada salahnya mencintai bumi kita kan ?

Read More......

Thursday, 10 December 2009

Cahaya Spiral raksasa misterius terlihat di langit Norwegia

09 Desember 2009, penduduk Norwegia dikejutkan dengan munculnya sebuah fenomena aneh di langit. Sebuah cahaya biru naik ke langit, berhenti di tengah lalu meledak dan berubah menjadi spiral raksasa yang menyerupai efek gelombang kejut, seakan-akan sebuah portal menuju dimensi lain sedang terbuka lebar.

Hari ini media dunia digoncangkan oleh sebuah fenomena misterius di Norwegia yang mungkin baru pertama kali terjadi di dunia. Para peneliti ruang angkasa mengakui bahwa mereka belum pernah melihat fenomena seperti ini sebelumnya.


Sebenarnya dari kemarin malam saya sudah membaca berita ini. Tapi melihat foto yang ditampilkan, saya menjadi ragu untuk mempostingnya karena spiral raksasa di foto itu sangat mirip dengan gambar yang dihasilkan oleh computer graphic. Namun ternyata berita ini bukan hoax dan diberitakan oleh media-media di seluruh dunia, termasuk Indonesia.



Jadi saya memutuskan untuk membahasnya. Saya tahu, jika saya memposting berita yang isinya sama dengan yang sudah kalian baca di detikcom atau vivanews, maka sebagian dari kalian akan marah kepada saya dan menganggapnya basi (biasanya begitu, haha). Jadi saya akan menambahkan teori penjelasannya yang saya anggap paling masuk akal.

Biasanya, saya tidak suka menambah video ke postingan di Blog ini karena saya tahu sebagian besar dari kalian menggunakan koneksi internet yang tidak cepat (sama seperti saya). Tapi kali ini saya akan menambahkan dua video supaya isi tulisan ini menjadi lebih gampang dipahami.

Fenomena ini telah membuat para saksi mata dari Trøndelag hingga Finnmark dibuat bingung. Kebanyakan menduga bahwa fenomena ini mungkin berhubungan gelombang kejut yang diakibatkan oleh meteor. Tapi tentu saja teori yang paling populer adalah ufo hingga time tunnel atau vortex.

Foto-foto di bawah ini diambil dari sebuah dermaga pelabuhan pada pukul 7:50 pagi.




ini rekamannya :


Awalnya, sebuah cahaya biru terlihat naik dari belakang gunung. Cahaya itu putus di langit lalu mulai bersirkulasi dan meledak di udara. Dalam beberapa detik, sebuah spiral raksasa telah terlihat memenuhi langit. Cahaya biru panjang itu terlihat selama sekitar 10 menit sebelum menghilang.

Institut meteorologi Norwegia segera dibanjiri oleh telepon dari masyarakat yang melaporkan fenomena ini. Para astronom mengatakan bahwa fenomena ini sepertinya tidak terkait dengan Aurora yang biasa terlihat di Norwegia.

"Aku sedang mengantar anakku ke sekolah dengan mobil, lalu aku melihat cahaya itu muncul dan seperti meledak di udara," Kata Totto Eriksen dari Tromsø kepada VG Nett.

"Ia terlihat seperti spiral raksasa yang kemudian melingkar dan terus melingkar," Tambah Axel Rose Berg dari Alta.

Bahkan astronom ternama Knut Jørgen Røed Ødegaard mengatakan kepada VG Nett bahwa ia belum pernah melihat fenomena yang seperti ini.

Pusat pengendali lalu lintas udara di Tromsø menyebut fenomena ini berlangsung selama dua menit. Menurut mereka lagi, fenomena ini berlangsung terlalu lama untuk disebut sebagai sebuah fenomena angkasa biasa. Melihat bentuknya yang persis seperti sebuah portal menuju dimensi lain, maka beberapa orang telah menyebut fenomena ini dengan sebutan Star Gate.

Namun beberapa peneliti mencurigai fenomena itu diakibatkan oleh sebuah rudal Rusia yang salah arah. Dan sepertinya teori ini cukup masuk akal.

Dua hari sebelum spiral raksasa itu terlihat di angkasa, Sebuah media di Norwegia memperingatkan para penduduk untuk tidak terbang melintasi laut putih karena saat itu ada armada utara Rusia yang sedang melakukan uji coba rudal di laut itu.

Seorang peneliti bernama Erik Tandberg mengatakan :

"Jika fenomena itu diakibatkan oleh misil Rusia, maka kemungkinan misil itu diluncurkan dari pangkalan Rusia di Pletsevsk atau dari salah satu kapal selam Rusia, atau bahkan mungkin dari badan angkasa luar Eropa di Kiruna. Spiral yang terjadi menunjukkan bahwa objek yang meluncur telah keluar dari sasaran dan membuat gerakan berbentuk spiral. Sedangkan cahaya biru itu bisa terbentuk akibat bahan bakar roket yang bocor."

Seorang juru bicara departemen pertahanan Norwegia, John Espen Lien, mengatakan bahwa militer Norwegia memang tidak bisa memastikan penyebab fenomena ini, namun mereka juga menduga bahwa fenomena ini berasal dari uji coba rudal Rusia. Rusia memang biasa menggunakan wilayah Laut Putih dan Laut Barent untuk uji coba rudal.

Teori ini juga diteguhkan oleh seorang pejabat militer Rusia yang menolak disebutkan namanya. Ia menyebutkan bahwa fenomena itu disebabkan oleh peluncuran rudal Bulava yang gagal dari sebuah kapal selam di laut putih.

Uji coba rudal Bulava yang dilakukan pada tanggal 9 Desember pagi itu telah mengalami penjadwalan ulang beberapa kali. Uji coba itu pertama kali dilakukan pada tanggal 15 Juli 2009. Saat itu rudal itu gagal meluncur dan memicu penghancuran otomatis hanya beberapa saat setelah meluncur. Jika benar yang disaksikan adalah misi peluncuran rudal Bulava yang gagal, berarti Rusia telah 7 kali gagal meluncurkan rudal itu dari 13 kali percobaan.

Tapi tentu saja, pihak militer Rusia belum memberikan konfirmasi secara resmi.

Dan tahukah kalian, apa yang saya suka dari para peneliti di Luar negeri ? Jawabannya adalah mereka bekerja dengan sangat cepat. Jika kita melihat foto dan membayangkan teori rudal yang salah arah, maka kita mungkin akan segera menolak teori tersebut. Tapi seorang peneliti bernama Doug Ellison dari UnmannedSpaceflight.com segera membuat sebuah simulasi yang menunjukkan roket yang gagal dengan bahan bakar yang bocor.

Ketika saya membandingkan rekaman video fenomena itu dengan simulasi yang dibuat oleh Doug, maka sepertinya fenomena star gate Norwegia menjadi sangat masuk akal.

Jadi mungkin misteri ini telah hampir terpecahkan dengan sempurna. Kita hanya tinggal menunggu penjelasan resmi dari pihak Rusia, apakah mereka benar-benar mengadakan uji coba rudal pada saat itu.

(Dailymail.co.uk, thesun.co.uk, universetoday.com, barentobserver.com)

Read More......

Sunday, 29 November 2009

Giggs Dipuji Fergie Di Hari Ulang Tahunnya

Ryan Giggs menandai ulang tahunnya yang ke-36 dengan penampilan gemilang dan sebuah gol ke gawang Portsmouth.


Manchester United kembali membayangi Chelsea di klasemen sementara Liga Primer Inggris, berkat kemenangan 4-1 atas tuan rumah Portsmouth.

Wayne Rooney boleh saja dianggap sebagai bintang dalam pertandingan tersebut karena mencetak tiga gol. Namun bintang sesungguhnya adalah Giggs.




Pemain asal Wales itu berulang tahun pada 29 November, sehari sesudah pertandingan melawan Pompey. Tak heran kalau Giggs tampil penuh semangat dan bahkan mencetak satu gol di menit ke-87.

"Dia pemain yang luar biasa, pemain yang langka karena masih tetap tampil bagus di usianya yang sudah senja. Saya rasa ia masih bisa bermain selama dua tahun lagi," puji Sir Alex Ferguson melalui situs resmi FIFA.

"Saya ucapkan selamat ulang tahun untuk Ryan. Ia sudah 36 kali merayakan ulang tahun, saya rasa ia baru akan pensiun sampai usianya 67, ia bisa bermain dalam waktu lama," canda Fergie.

Selama tampil di Liga Primer Inggris bersama MU sejak 1991, Giggs sudah bermain 574 kali dan mencetak 105 gol.

Read More......

Friday, 13 November 2009

10 Misteri Terbesar Di Dunia Yang Belum Terpecahkan Hingga Hari Ini

1. PENCIPTAAN MANUSIA :
Dari manakah manusia berasal? Jika menilik dari Injil dan Kitab Suci, memang sangat jelas dikatakan bahwa Tuhanlah pencipta manusia (Kitab Kejadian Pasal 1). Tapi bagaimana proses penciptaan itu sebenarnya?
Charles Darwin pernah menawarkan teori bahwa manusia adalah hasil evolusi dari kera. Jika demikian halnya, maka “seharusnya” manusia akan terus berevolusi menjadi mahluk yang lebih baik. Namun faktanya, sudah lebih dari 2000 tahun, tidak ada perubahan pada manusia. Apakah itu berarti evolusi berhenti?

Teori lain mengatakan bahwa manusia berasal dari Mahluk ruang Angkasa. Jika demikian, maka pertanyaan menjadi : dari mana mahluk itu berasal?



2. JALAN BIMINI :

Para diver (penyelam) yang tentu pernah melihat sebentuk jalan setapak di bawah laut utara Pulau Bimini di Kepulauan Bahama. Banyak orang berpendapat jalan setapak itu dibuat oleh alam. Namun penataan batu jalan itu menimbulkan pertanyaan lanjutan karena terlalu “rapi”. Beberapa ahli menduga jalan itu adalah bagian dari Kota Atlantis (seperti yang ditulis oleh Plato beberapa abad silam). Tapi hingga hari ini belum ada bukti tambahan mengenai keberadaan “kota yang hilang” itu. Dan Jalan Bimini masih menjadi pertanyaan : apakah jalan itu dibuat alam atau manusia? Siapa pembuatnya?
3. BOLA CAHAYA MARFA :


Disebut juga “Bola Cahaya Hantu”. Pertama kali terlihat tahun 1880 di sebelah barat kota Marfa, Texas. Cahaya itu dideskripsikan sebesar bola basket, melayang dengan ketinggian pundak manusia. Biasanya berwarna putih, kuning, orange, merah, dan kadang-kadang biru atau hijau. Bola-bola itu biasa terbang mengelilingi daerah tertentu, kemudian menghilang dengan sendirinya. Hingga hari ini, cahaya itu masih sering tampak. Tidak ada penjelasan, apa sebenarnya cahaya-cahaya itu.
4. MISTERI HILANGNYA JIMMY HOFFA :


Dikenal sebagai Pimpinan Buruh Amerika yang paling berpengaruh di tahun 1950 – 1960, Jimmy Hoffa adalah figur yang telah mengubah wajah dunia perburuhan Amerika. Tanggal 30 Juli 1975, Hoffa menghilang di tempat parkir Detroit dan tidak pernah ditemukan lagi. Salah satu teori yang diyakini adalah Hoffa dibunuh oleh Anthony Jack Giacalone, seorang pimpinan geng New Jersey. Mayat Hoffa disebutkan dikubur di bawah fondasi stadion The Giants, Detroit. Ketika dilakukan penggalian di fondasi stadion tersebut, mayat Hoffa tidak ditemukan.
5. MOTHMAN :





Mothman adalah salah satu urban legend yang cukup terkenal di daerah Virginia. Mothman digambarkan adalah mahluk bersayap dan setinggi manusia, bermata merah, kadang muncul tanpa kepala dan mata merahnya ada di dada. Pertama kali ditemukan di daerah perkuburan di Virginia tahun 1926. Hingga hari ini, polisi masih menerima laporan mengenai kemunculan Mothman. Siapa dia? Tidak seorang pun yang tahu. Secara umum, tidak pernah ada laporan ada orang yang diserang Mothman.

6. JACK THE RIPPER :
Terkenal sebagai pembunuh misterius di tahun 1888, identitas Jack The Ripper hingga hari ini tidak pernah terungkap. Korbannya adalah wanita tuna susila yang dibunuh dengan cara mutilasi yang cukup handal dan sempurna, membuat para polisi berpikir Jack adalah seorang dokter bedah. Walau sudah banyak buku, film, dan teori yang dipublikasikan, identitas Jack The Ripper tetap misterius dan belum ada satu pun bukti yang bisa menjelaskan jati diri sebenarnya.

7. THE BABUSHKA LADY :

Jika Anda pernah menyaksikan rekaman pembunuhan Presiden John F. Kennedy di Dallas tahun 1963, perhatikan di sudut kanan rekaman itu. Ada seorang wanita berkerudung babushka (selendang buatan Rusia) yang tampak merekam kejadian. Wanita itu diyakini sebagai orang yang punya peranan penting dalam mengungkap kasus pembunuhan John F. Kennedy karena dia berada pada posisi yang sangat dekat dengan korban saat kejadian itu terjadi. Dalam rekaman itu, terlihat wanita tersebut memegang kamera, dan merekam kejadian.
Anehnya, wanita itu tidak pernah ditemukan. Pihak FBI telah meminta wanita itu untuk menyerahkan rekaman itu demi membantu FBI menemukan pembunuh Presiden Amerika. Namun wanita itu tidak pernah muncul. Siapakah dia? Bagaimana dia bisa berdiri begitu dekat dengan mobil Presiden? Tidak ada orang yang tahu hingga hari ini.

8. ZODIAC KILLER :




Salah satu pembunuh paling cerdas yang tidak pernah tertangkap hingga hari ini adalah Zodiac Killer. Tahun 1960, Zodiac Killer melakukan usaha pembunuhan terhadap 7 orang di California Utara. Lima korbannya meninggal, dan dua terluka parah. Awalnya, polisi kesulitan mencari jati diri pembunuh. Sebulan setelah pembunuhan pertama, sang pembunuh mengirimkan surat kepada polisi dan mengklaim dirinya bernama Zodiac Killer, serta menantang polisi untuk menangkapnya.
Setelah aksi pembunuhan ke-7, Zodiac Killer tiba-tiba lenyap. Apakah dia telah terbunuh? Dan siapa dia sebenarnya? Tidak ada orang yang bisa menjelaskan.

9. OGOPOGO :



Jika mahluk Danau Loch Ness bernama Nessy sudah terbukti adalah palsu, maka lain halnya dengan Ogopogo. Mahluk yang mirip dengan Nessy (berleher panjang, bertubuh besar, dan berkepala seperti kadal) ini adalah mahluk misterius yang muncul di Sungai Okanagan, Canada. Banyak saksi yang berhasil merekam foto mahluk ini. Namun tidak seorang pun yang berhasil menangkapnya. Mahluk yang juga dikenal dengan nama Naitaka ini kini menjadi maskot Taman Keilowa, Canada. Apakah Ogopogo benar-benar ada? Benarkah dia adalah reptil purbakala yang masih hidup? Tidak ada bukti kongkret yang bisa menjelaskan keberadaannya hingga hari ini.

10. SHAG HARBOUR INCIDENT :






Adalah sebuah insiden ledakan misterius yang terjadi di Pelabuhan Shag, Nova Scotia, tanggal 4 Oktober 1967. Sebuah benda menghantam Pelabuhan Shag pukul 11.20 malam, menimbulkan ledakan hebat. Tidak ada korban jiwa. Para saksi melihat benda itu seperti “piring terbang”. Tidak lama kemudian, tempat itu segera ditutup. Pihak militer Canada segera berdatangan. Dalam waktu sekejap, tempat itu dibersihkan dan puing2 segera diangkut. Insiden itu terkesan sangat ditutup-tutupi. Apa sebenarnya yang terjadi? Benarkah piring terbang yang jatuh? Pemerintah Canada tidak pernah mengeluarkan statement apapun mengenai hal ini. Dan hingga hari ini, misteri ini tidak pernah diungkapkan.

Read More......

United & Arsenal Rebutan Yaya Toure

Yaya Toure bertambah peminat. Setelah menjadi pembahasan spekulasi transfer Manchester City, gelandang Barcelona itu juga menarik minat Manchester United dan Arsenal.

Dua klub yang saling bersaing di Liga Primer Inggris itu tertarik mendapatkan Toure akhir musim ini.



Agen Dmitri Seluk mempertanyakan sikap Barcelona yang meski memperpanjang kontrak Toure, tapi jarang memainkannya sepanjang musim ini. Penampilan Toure kalah gemerlap awal musim ini jika dibandingkan dengan rekan setimnya, Seydou Keita.

Seluk menandaskan, City hanyalah sebagian dari delapan tim lain yang meminati jasa Toure.

Menurut The Daily Mail, Arsenal dan United juga berpikir untuk memberikan kesempatan bermain lebih banyak kepadanya.

Ketertarikan United didasarkan pada cedera akut yang diderita Owen Hargreaves, sedangkan Arsenal menganggap pengalaman Toure mampu membimbing para pemain mudanya.

Read More......

Wednesday, 4 November 2009

2012 AD - Mayan Calendar Galactic Alignment

The End of a World Age Established: 2012 AD?

Over the recent period there has been a massive resurgence of interest in the Maya of Central America, especially their calendar systems that stretch back to ancient times. Indeed, their Long Count calendar in particular has been the subject of intense scrutiny of late, most notably from those researchers linked to the ‘New Age’ movement of the recent era. That there is such extreme interest in this particular Mayan calendar, and at this present time, is due to the following chain of reasoning:



1) The Maya, as with almost all ancient world cultures, believed that the earth, as part of its natural cycle of being, lives through a series of successive ‘world ages’, each separated by sudden physical planetary upheaval.

2) According to modern day researchers, the Long Count calendar system was established by the Maya in ancient times to forecast or mark out the very transition points between world ages.

3) The primary recurring cycle of the Long Count calendar has been found to consist of precisely 1872000 solar days (approximately equal to 5125.36 years). And this period of time is held to be the very duration of each successive world age.

4) From the study of Long Count inscriptions found at various ancient Mayan settlements, evidence has been uncovered to suggest that the Maya believed the current world age began on 11 August 3114 BC - Gregorian calendar. (Or, under the older Julian calendar, 6 September 3114 BC).

5) If the researchers are correct in their reconstruction of the Long Count start-date, which would represent the end of the last world age and the beginning of the present age, then the addition of 1872000 days to the time of 11 August 3114 BC, will place the end of the current age at precisely: 21 December 2012 AD.

As one can imagine therefore, as the time for the completion of this present age is only a few years away, there is a great deal of interest in the Mayan Long Count calendar. With many thus wondering, were the ancient Maya essentially correct in their world age beliefs, and will there indeed be some sort of massive global geophysical event in 2012 AD to mark the transition to the next world age?

2012 AD: The End of the World Written in the Stars?

In the previous discussion of world-age doctrine, with the works of Berossos and Plato considered including also the Nag Hammadi texts, it was shown that the ancients were of the firm belief that any shift from one world age to the next would occur only on the occasion of certain very precise celestial configurations manifest in the heavens. The planets and the stars would thus determine the very transition points between successive world ages.

Now, with the rise to dominance of the GMT correlation theory setting the Long Count zero-date of 0.0.0.0.0. at 11 August 3114 BC, and thus also the current world age end-date at 21 December 2012 AD, the question inexorably emerged: Is there anything at all special about the celestial pattern of the heavens at the time of the two transition points said to bound the current world age? In the attempt to answer this question, as one might imagine, due to the nearness of the apparent end-date, researchers were far more inclined to study the celestial realm of this present era circa 2012 AD, than that of 3114 BC. With this focus, in the last decade of the millennium, an answer did indeed finally present itself.

In the early years of the 1990’s it was noticed by several individuals, apparently independent of one another, that during the next few years ahead, there would occur an intriguing and rather rare astronomical alignment. One that would involve the earth upon a future winter solstice point, the sun, and also the equatorial plane of the Milky Way galaxy – within which the solar system itself is located. Initially being nothing more than merely an unusual astronomical event of some note, the alignment pattern as identified was quickly appropriated as a potential solution to the Mayan Calendar ‘world-age ending’ problem.

Consequently, there emerged a serious hypothesis, that the noted configuration in question was deliberately targeted by the Long Count calendar of the ancient Maya. That is to say, that in establishing the Long Count circa 500 BC, the Maya of the time intentionally chose to synchronise the completion of 13 Baktun periods (NB: 1 Baktun = 144000 days. 13 x 144000 = 1872000 days – 1 complete world age cycle) with a singular astronomical event that would take place some 2500 years in the future, upon the precise date of 21 December 2012 AD: An alignment of three principle celestial characters: the earth at winter solstice, the sun, and the equatorial plane of the Milky Way galaxy.

This then, is the theory of the so called Mayan 2012 Galactic Alignment.

Before proceeding to a full evaluation, a comprehensive description of the noted alignment is necessary, so that one may understand the precise nature of the celestial configuration itself, as is theorised by some to be associated with the Mayan Long Count calendar.

The Solar System as Located within the Milky Way Galaxy

To understand just what the noted galactic alignment is, one must first have an awareness of the actual position of the sun - and thus also the solar system as a whole - within the Milky Way, including the galaxy’s basic dimensions, and how the orbit of the earth about the sun is orientated towards the galactic plane.

Left, one can see a full external angled view of the Milky Way, with the approximate position of the sun marked out with respect to the centre of the galaxy. It should be noted that the whole galaxy itself is composed primarily of a vast multitude of stars, which are most intensely clustered towards the centre, which is the brightest part of the Milky Way. Classed as a spiral galaxy, the whole body of stars continuously rotates about its centre point.


The overall diameter of the Milky Way is some 100,000 Light years. To put this into perspective, one may note that the mean distance between the earth and the sun is about 93 million miles; commonly referred to as an Astronomical Unit (AU). One light year is the distance covered by light in the course of one year, being equal to about 5878464 million miles. Therefore, the distance length of 1 light year equates to about 63200 Astronomical Units (AU).

For the most part the Milky Way is essentially rather flat throughout. The central concentration of stars, generally referred to as the ‘nuclear bulge’ – the brightest part of the galaxy – extends to a radius of about 20000 light years from the centre (40000 LY being its full diameter), with a ‘north-south axis’ diameter of about 30000 light years. Beyond the extended distance of the nuclear bulge the actual thickness of the galaxy rapidly drops off to only about 1000 light years on average, stretching even thinner towards the outer edge.

The sun itself, which is but one of many millions of stars that form the Milky Way, is located some 28000 light years from the centre (8000 LY past the edge of the nuclear bulge), in a part of the galaxy where the actual thickness is only on the order of about 700 light years. Moreover, it should also be noted that the sun, and thus solar system as a whole, is a significant distance from the actual equatorial plane of the Milky Way, being some 20 light years deep within what may be called the ‘southern’ hemisphere.

Earth Orbit Orientation Respecting the Galactic Equator

Though not located precisely upon the equator of the galaxy, the solar system is sufficiently close such that in looking towards the centre of the Milky Way, one may perceive a relatively uniform and symmetrical distribution of stars that form the main band of the galaxy:

With respect to the Milky Way star band, one may note that the orbital path of the earth about the sun, from a visual perspective, appears to ‘cross over the equator of the galaxy’ at about 60 degrees. In the diagram pictured (below), the observer is positioned at the centre of the sun looking towards the centre of the Milky Way. The ecliptic line as marked is of the path taken by the earth in the course of a single year in orbit of the sun. The galactic equator, as also marked, is a line of ‘best fit’ that places half of the stars in one hemisphere and half in the other, as viewed from the centre of the present solar system. It is a line determined purely by statistical methods. The marked point (<) of the Milky Way is the exact centre of the galaxy:


Of the basic configuration as detailed, with reference to the crossing point of the earth ecliptic line and the galactic equator, one may note then that visually, there will be an alignment of the earth, the sun, and the galactic equator twice every year. In one instance, the earth will be between the sun and the galactic equator, and in another (exactly 6 months later) the sun will be between the earth and the galactic equator. The 2012 AD alignment as is said to be associated with the Long Count calendar is of exactly this type, being of the latter stated order: Earth > Sun > Galactic Equator, but critically, with one very important additional factor, which indeed makes the entire arrangement far more complex and infrequent: The 2012 AD conjunction is one that involves the earth, sun, and the galactic equator, specifically at a time when the earth is at the winter solstice (northern hemisphere) point of its orbit, at a seasonal extreme. Now, an event of this sort certainly does not occur every year, but rather once only every 25800 years. And this is due to a very subtle celestial motion: precession.

In astronomy it is an observable fact that all background stars have an apparent yearly orbit about the earth of some 365.256363 days, known as the sidereal year. This is the length of time they require to accomplish one complete cycle with respect to the earth orbit. This of course is in marked contrast to the time taken for the earth to orbit about the sun with respect to its ‘seasonal markers’ i.e. solstice or equinox points. In this instance, the noted separation time is that of the tropical year of 365.2421840 days. Consequently, due to this time discrepancy between the two different types of earth year, there is a continuous ‘slippage’ of all of the seasonal markers of the earth’s orbit, against the whole background star field outside the solar system – which includes all of the stars that make up the Milky Way band. This phenomenon, called precession of the equinoxes, is critical to understanding the 2012 galactic alignment.

Approaching the 2012 AD Galactic Alignment

As was noted previously, according to scholars of this present age the Maya in all likelihood established the Long Count some time circa 500 BC, with the position also advanced (by some) that as a result of observations carried out during such ancient times, they deliberately set up their calendar to ‘count down’ to a future conjunction of the earth at winter solstice, the sun, and the galactic equator. It would be well then to examine the sky as would have been evident at this time:

As can be seen, with a view from the centre of the earth upon the winter solstice of 500 BC, looking towards the Milky Way (NB: daylight is ‘turned off’ in these images), one can see the sun markedly off to the west of the galactic equator. From this initial configuration, the key thing to realise is that due to precessional ‘slippage’, with every year that passes, with the earth returning to its next successive winter solstice point, the sun will appear to move eastwards against the seemingly fixed background galactic star field. The actual rate as an angular sweep is determined precisely by the difference between the sidereal year of 365.256363 days and the tropical year of 365.242184 days, which translates into approximately 50.29 seconds of arc per year. From the time of 500 BC, the full angular distance as would need to be covered to place the sun on the exact crossing point of the ecliptic and galactic equator, in conjunction with the earth upon a future winter solstice, is approximately 34 degrees and 35 minutes of arc. It is precisely this angular distance that is covered right up to the date of 2012 AD.

The further image shown below details the successive positions of the sun as viewed from the earth upon the winter solstice point of its orbit, at approximately 1000 year intervals, building up to the 2012 conjunction:

The final configuration as is thus manifest in the sky in 2012 AD details then a most exacting alignment of all 3 principle celestial characters: The earth at winter solstice, the sun, and the galactic equator (and in this stated order):

n view then of the above alignment, as is surely manifest in this present era, it would be well to state in summary the critical assumptions that underlie the proposal that the Mayan Calendar Long Count cycle was indeed established specifically to mark the noted celestial configuration in 2012 AD:

1) During the 1st Millennium BC – beginning possibly earlier that this? – the Maya became aware of the phenomenon that is precession.

2) Through continual observation of the sky they derived a fairly refined value for the angular rate of precession i.e. the apparent rate of change or movement of the sun set against the background stars of the Milky Way.

3) The Maya did a forward calculation to determine the time when the sun would conjunct with the galactic equator, when the earth itself was positioned at a future winter solstice point (northern hemisphere) in its orbit.

4) Some time circa the 1st century BC they established the Long Count calendar in stone, using a primary cycle of 1872000 days, with the end date of the cycle (the completion of 13 Baktuns of 144000 days each) synchronised precisely with the galactic conjunction as detailed.

The above points thus capture what are the underlying assumptions of what is the theory of the 2012 Mayan Calendar Galactic Alignment.

Read More......
 
g-giggs blogs © 2008-2014 Design by : g-giggs